PURWOREJO, jendela com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Rudi Hartono dari Fraksi PKB meninjau langsung Daerah Irigasi (DI) Kragilan di Desa Sambeng, Kecamatan Bayan, Kamis (12/3).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air yang selama bertahun-tahun tidak sampai ke wilayah hilir kini mulai kembali mengalir setelah dilakukan normalisasi saluran.
Rudi menyampaikan bahwa selama ini sejumlah wilayah di bagian hilir seperti Bringin, Sambeng, dan sekitarnya sering mengalami kekurangan air. Bahkan, menurut laporan masyarakat, dalam kurun waktu belasan tahun terakhir aliran air jarang sampai ke wilayah tersebut sehingga lahan pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Alhamdulillah sekarang air yang biasanya tidak sampai ke sini akhirnya bisa mengalir. Ini tentu sangat membantu para petani karena peluang masa tanam menjadi lebih terbuka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan aliran air yang lebih stabil, petani di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan masa tanam. Jika sebelumnya hanya mampu satu, bahkan tidak panen, maka harapannya kedepan bisa dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.
Meski demikian, Rudi menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari kondisi saluran irigasi yang rusak hingga adanya pengambilan air secara ilegal yang berpotensi mengganggu distribusi air ke wilayah hilir.
“Kita akan identifikasi lagi bagian-bagian saluran yang perlu direhabilitasi. Selain itu pengambilan air secara ilegal juga harus ditertibkan agar pembagian air bisa lebih merata sampai ke hilir,” tegasnya.
Rudi juga menyampaikan bahwa ke depan terdapat rencana pembangunan bendungan yang diharapkan dapat memperkuat suplai air bagi jaringan irigasi di kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan bendungan akan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.
“Kami berharap rencana pembangunan bendungan ini bisa segera direalisasikan. Dengan adanya bendungan, suplai air bisa lebih terjaga sehingga petani tidak lagi khawatir kekurangan air saat musim kemarau,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sambeng, Toni Irawan didampingi Kepala Desa Pucang Agung, Sugito, menyambut baik kembali mengalirnya air irigasi di wilayahnya. Ia berharap kondisi tersebut tidak hanya terjadi saat musim penghujan, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat saat musim kemarau.
“Harapan kami ke depan air tidak hanya mengalir saat musim hujan saja, tetapi saat musim kemarau pun tetap bisa sampai ke wilayah kami sehingga petani bisa terus bercocok tanam,” ungkapnya.
Baca juga : Dari Ruang Kelas, Bank, hingga Kursi DPRD, Hj Nani Astuti Siap Emban Amanah Wakil Rakyat
Menurut Toni, dengan adanya aliran air yang kembali normal, beberapa lahan yang sebelumnya tidak pernah ditanami padi kini mulai kembali digarap oleh petani. Bahkan, baru-baru ini petani di wilayah tersebut berhasil melakukan panen raya setelah sebelumnya bertahun-tahun tidak bisa ditanami.
Sementara itu, Hamzah selaku Koordinator Lapangan dari PSDA Serayu Bogowonto menjelaskan bahwa normalisasi yang dilakukan saat ini masih bersifat parsial karena keterbatasan anggaran. Secara keseluruhan, panjang normalisasi yang direncanakan mencapai sekitar 400 meter.
“Normalisasi yang dilakukan saat ini memang belum menyeluruh, masih per bagian karena keterbatasan anggaran. DI ini mengaliri 668 hektar lahan pertanian,” jelasnya.
Hamzah menambahkan, untuk masa tanam pertama aliran air dipastikan dapat mengalir penuh. Namun untuk masa tanam kedua, pembagian air perlu dilakukan secara bergilir agar distribusinya tetap merata hingga ke daerah hilir.
Ia berharap ke depan ada dukungan lanjutan untuk perbaikan saluran irigasi sehingga aliran air dapat terus terjaga dan mampu mendukung produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Bayan dan sekitarnya. (Nia)


















