JAKARTA, jendela.com – Balai Kartini kembali dipadati pengunjung dalam gelaran “Persit Bisa 2” yang berlangsung 7–9 Mei 2026 di Kartika Expo. Ajang tahunan Persit Kartika Chandra Kirana ini menjadi etalase kreativitas dan kemandirian anggota Persit se-Indonesia.
Program “Persit Bisa” pertama kali diluncurkan Desember 2024 di Raffles Grand Ballroom, Balai Kartini, bertepatan dengan peresmian renovasi gedung. Ketua Umum Persit KCK, Uli Simanjuntak, menggagas acara ini sebagai wadah meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan anggota, sekaligus memberi apresiasi atas karya dan talenta mereka.

Dari Sepi ke Ramai
Jika pada 2025 partisipasi masih terbatas, tahun ini antusiasme melonjak. “Tahun pertama yang ikut sedikit, sekarang banyak diikuti anggota Persit,” ungkap Ny. Dyah Suryo yang sudah dua kali berpartisipasi memajang berbagai produk Wastra dengan brand Batik Dewa Lowano yang diminati banyak pengunjung stan. Stan UMKM dari berbagai PD dan PG Persit memamerkan produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tradisional seperti tenun, sulam, aksesories, herbal, dan kerajinan kulit
Dorong UMKM dan Lestarikan Budaya
Selain transaksi jual beli, “Persit Bisa” mendorong pelestarian budaya lewat produk tradisional. Acara yang digelar bertepatan dengan momentum HUT Persit ini disebut Uli Simanjuntak sebagai bentuk penghargaan bagi karya ibu-ibu Persit.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan pengunjung, “Persit Bisa 2” menegaskan peran Persit KCK dalam menggerakkan ekonomi lokal dan memberdayakan anggotanya. (Nia)















