banner 728x250

Tiga Mahasiswa UMPWR Wisuda Berkat Dedikasi Tuntaskan Buta Alquran Lansia

TEMUI JAMAAH : Para wisudawan UMPWR temui para jamaah mengaji saat tasyakuran sederhana di Musholla Nur Iman Gunung
TEMUI JAMAAH : Para wisudawan UMPWR temui para jamaah mengaji saat tasyakuran sederhana di Musholla Nur Iman Gunung
banner 120x600
banner 468x60


PURWOREJO, jendela.com — Prosesi Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) memang telah usai digelar Sabtu (9/5) dengan 211 wisudawan dikukuhkan. Namun, kebahagiaan wisuda bagi tiga mahasiswa UMPWR justru berlanjut hangat di sebuah musholla kecil di Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo.

Usai Maghrib, warga menggelar tasyakuran sederhana di Musholla Nur Iman Gunung Suru untuk tiga mahasiswa yang dinilai berjasa dalam program Penuntasan Buta Alquran (PPBA) Lansia. Ketiganya adalah Ramadhan Saddam, Ahmadi Firdaus, dan Ilham Al-Fikri.

Selama lebih dari dua tahun, mereka menjadi tutor mengaji bagi 18 lansia di desa tersebut. Program yang awalnya berlangsung sederhana di rumah almarhum Lasiman itu kini berkembang hingga mendorong pembangunan musholla sebagai pusat kegiatan belajar Alquran warga.

Ketua Takmir Musholla Nur Iman, Paridi, mengaku bersyukur atas dedikasi para mahasiswa tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka membawa perubahan besar bagi para lansia yang sebelumnya belum mampu membaca Alquran.

“Awalnya ngaji lansia dilaksanakan di rumah almarhum Pak Lasiman. Sampai akhirnya diinisiasi pembangunan musholla dan sekarang banyak warga terbantu belajar membaca Alquran,” ujarnya, Senin (11/5).

Ia pun mendoakan agar ketiga mahasiswa itu mendapatkan kemudahan setelah menyelesaikan studi.

Baca juga : Peluncuran Day Care Lansia Warnai Milad ke-109 ’Aisyiyah Purworejo


“Kami doakan setelah wisuda diberikan kelancaran pekerjaan dan jodoh, sebagaimana Mas Saddam, Adi, dan Fikri telah mempermudah simbah-simbah belajar membaca Alquran,” tambahnya.

Saddam, mewakili rekan-rekannya, mengaku tak menyangka kegiatan mengajar mengaji yang mereka lakukan secara sukarela justru membuka banyak jalan hingga mampu menyelesaikan kuliah dalam waktu 3,5 tahun.

“Dari mengajar ngaji, kami mengusulkan Program Kreativitas Mahasiswa, membuat jurnal untuk dipublikasikan, dan akhirnya diberi kemudahan lulus lebih cepat. Kami sangat berterima kasih atas doa simbah kakung dan putri semuanya,” ujar mahasiswa Program Studi Manajemen UMPWR itu.

Meski para tutor telah diwisuda, program Penuntasan Buta Alquran dipastikan tetap berjalan. Dukungan dari berbagai pihak seperti Rumah Zakat, BMT Binamas, serta para guru ngaji setempat menjadi penopang keberlanjutan program tersebut.

Suasana haru sekaligus penuh keakraban terasa saat para lansia menyampaikan harapan mereka kepada para tutor. Salah satu peserta program, Srinem, bahkan mengaku kini telah mencapai juz 18 dalam bacaan Alqurannya.

“Mas Ahmadi mudik Kebumen, Mas Fikri di Grabag, jauh. Tinggal Mas Saddam dan Pak Dedi, pokoknya harus meluangkan waktu ke sini. Insyaallah tahun depan simbah-simbah khotmil Quran, mas-mas guru harus hadir,” kata Srinem disambut tawa dan haru warga. (Nia)

banner 325x300

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *