PURWOREJO, jendela.com – Kehadiran sastrawan dan fotografer ternama asal Hungaria, Attila Bartis, menjadi magnet utama dalam gelaran Forest Art Camp yang berlangsung di kawasan Bukit Sikepel, perbukitan Menoreh, Desa Jati, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, 17-19 Juli 2026. Ajang seni yang mempertemukan para seniman lintas negara tersebut menghadirkan ruang kolaborasi kreatif di tengah suasana alam yang asri.
Nama Attila Bartis telah dikenal luas di dunia sastra internasional. Salah satu karya monumentalnya, Tranquility (A nyugalom), diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diadaptasi menjadi film maupun pertunjukan teater. Selain sebagai novelis, Bartis juga dikenal sebagai fotografer yang karya-karyanya banyak mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan kekuatan emosi melalui setiap bidikan.
Keikutsertaan Bartis dalam Forest Art Camp menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Perbukitan Menoreh dengan lanskap hijau dan suasana yang tenang dinilai memberikan inspirasi bagi para seniman untuk berkarya sekaligus berdialog mengenai seni, sastra, dan budaya.
Di sela kegiatan, anggota Tim Humas MTs Negeri 2 Purworejo, Farida Nur Aini, S.Pd., M.Pd., memperoleh kesempatan mewawancarai Attila Bartis secara eksklusif. Dalam perbincangan tersebut, Bartis mengungkapkan bahwa lingkungan alam seperti Bukit Sikepel mampu menghadirkan energi kreatif yang kuat bagi proses penciptaan karya sastra maupun fotografi.
Ia juga mengapresiasi keindahan alam Purworejo yang masih terjaga serta menyebut pertemuan seniman dari berbagai latar belakang budaya dalam Forest Art Camp sebagai pengalaman yang memperkaya perspektif berkesenian.
Kepala MTs Negeri 2 Purworejo, Fitriana Aenun, S.Pd., M.Ed., menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan Tim Humas madrasah dalam kegiatan bertaraf internasional tersebut. Menurutnya, kesempatan berinteraksi langsung dengan tokoh seni dunia menjadi pengalaman berharga yang dapat memperluas wawasan, khususnya di bidang literasi dan kebudayaan.
“Momentum seperti ini diharapkan mampu menginspirasi warga madrasah untuk terus mengembangkan budaya literasi serta memiliki pandangan yang lebih luas terhadap dunia seni dan kebudayaan global,” ujarnya, kemarin.
Forest Art Camp diisi berbagai penampil dan kegiatan mulai dari Workshop Edukasi Lingkungan, Pentas Seni, Musik, Camping, Aksi Bersih Lingkungan Pasar Rakyat hingga Kuliner.
Forest Art Camp menjadi bagian dari gerakan kecil yang membawa dampak besar. Kebersamaan di tengah alam, membuat siapapun yang hadir belajar, berkarya, berbagi, dan tumbuh kesadaran untuk merawat bumi.
Forest Art Camp sendiri menjadi wadah kolaborasi para seniman dari berbagai negara untuk berkarya sekaligus bertukar gagasan di tengah panorama alam Perbukitan Menoreh. Kehadiran Attila Bartis semakin menegaskan bahwa Purworejo memiliki potensi besar sebagai destinasi seni dan budaya yang mampu menarik perhatian pelaku seni kelas dunia. (Nia)










