LENTERA KB, Inovasi Dinsosdaldukkb Purworejo Edukasi KB Lewat Media Sosial

SOSIALISASI INOVASI : Sosialisasi Inovasi LENTERA KB Tahun 2026 di Aula Dinsosdaldukkb Kabupaten Purworejo, Senin (31/8/2026).

PURWOREJO, jendela.com – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi, pembangunan keluarga hingga pencegahan stunting.

Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah inovasi LENTERA KB (Lewat Narasi Temukan Rencana Akurat Keluarga Berencana). Inovasi tersebut memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi agar informasi mengenai program Bangga Kencana dapat disampaikan secara lebih menarik, mudah dipahami, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sosialisasi inovasi tersebut dilakukan dalam Rapat Besar Koordinasi Dinsosdaldukkb dan Sosialisasi Inovasi LENTERA KB Tahun 2026 di Aula Dinsosdaldukkb Kabupaten Purworejo, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pejabat struktural, pejabat fungsional umum dan khusus serta seluruh ASN di lingkungan Dinsosdaldukkb Kabupaten Purworejo. Kepala Dinsosdaldukkb Purworejo, Andang Nugera Hatara Sutrisno, turut memberikan arahan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinsosdaldukkb Purworejo, dr. Hanuke Ari R.B, menjelaskan LENTERA KB hadir sebagai upaya menjawab masih adanya keterbatasan literasi masyarakat mengenai program KB, metode atau alat kontrasepsi, serta informasi mengenai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Melalui LENTERA KB, kami ingin informasi mengenai keluarga berencana dan pembangunan keluarga dapat lebih mudah diterima masyarakat. Penyampaiannya tidak hanya melalui sosialisasi konvensional, tetapi juga melalui narasi dan konten digital yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat pola komunikasi pemerintah dengan masyarakat juga perlu menyesuaikan diri. Masyarakat kini semakin banyak memperoleh informasi melalui media sosial, namun kemudahan akses tersebut belum selalu diikuti kemampuan memilah informasi yang benar.

Karena itu, LENTERA KB dirancang sebagai media literasi sekaligus edukasi yang menyajikan informasi berdasarkan data dan sumber resmi pemerintah. Konten dikemas melalui pendekatan storytelling sehingga pesan mengenai KB, kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga dan pencegahan stunting dapat disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan menarik.

LENTERA KB hadir melalui sejumlah platform digital, di antaranya Instagram @lentera_kb, YouTube @LenteraKBOfficial, dan TikTok @lentera_kb.

Konten yang disiapkan antara lain video edukasi singkat, reels, infografis, carousel, motion graphic, storytelling, tanya jawab hingga siaran langsung. Materi yang dibahas juga disesuaikan dengan persoalan yang berkembang di masyarakat, seperti pernikahan usia dini, kehamilan berisiko, penggunaan kontrasepsi, perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi remaja, ketahanan keluarga dan stunting.

Dalam prosesnya, tim LENTERA KB terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan informasi masyarakat. Data dan bahan diperoleh dari Dinsosdaldukkb, Penyuluh KB atau PKB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga, Kampung KB hingga pertanyaan dan respons masyarakat di media sosial.

Setiap konten kemudian melalui proses penyusunan narasi, pengumpulan serta verifikasi data dan informasi sebelum dipublikasikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat, edukatif, sesuai dengan Program Bangga Kencana serta mudah dipahami masyarakat.

Tidak berhenti pada media sosial, informasi yang telah dipublikasikan juga diharapkan dapat diperkuat melalui kegiatan di lapangan. Penyuluh KB, kader KB dan Tim Pendamping Keluarga dapat menggunakan konten tersebut sebagai bahan edukasi dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk BKB, BKR, BKL dan kegiatan Kampung KB.

Sasarannya Luas

Inovasi LENTERA KB menyasar masyarakat Kabupaten Purworejo secara luas. Namun, terdapat sejumlah kelompok yang menjadi perhatian, yakni pasangan usia subur (PUS), calon pengantin, remaja, keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui serta keluarga yang memiliki balita.

Selain itu, kader KB, Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, Kampung KB, pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam penyebarluasan informasi.

Dengan pendekatan digital, masyarakat tidak harus menunggu kegiatan sosialisasi tatap muka untuk mendapatkan informasi. Mereka dapat mengakses materi edukasi kapan saja melalui telepon pintar maupun perangkat digital lainnya.

LENTERA KB juga membuka ruang interaksi dua arah. Masyarakat dapat memberikan komentar, mengirim pesan langsung, mengikuti polling, mengajukan pertanyaan maupun membagikan konten kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Dengan begitu, kebutuhan informasi masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan konten berikutnya,” kata dr. Hanuke.

Dukung Penurunan Stunting

Lebih jauh, inovasi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap keberhasilan Program Bangga Kencana di Kabupaten Purworejo. Peningkatan literasi masyarakat dinilai penting dalam mendorong keluarga membuat perencanaan yang lebih baik, mulai dari usia perkawinan, perencanaan kehamilan, pengaturan jarak kelahiran hingga pengasuhan anak.

Edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi serta 1.000 Hari Pertama Kehidupan juga menjadi bagian penting dalam konten LENTERA KB. Dengan meningkatnya pengetahuan keluarga, inovasi tersebut diharapkan ikut mendukung percepatan penurunan stunting.

Di sisi lain, LENTERA KB juga diharapkan membantu masyarakat mendapatkan informasi yang valid sekaligus menangkal hoaks mengenai KB dan kesehatan reproduksi.

Bagi pemerintah daerah, inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan publik. Penyebarluasan informasi melalui media sosial dinilai mampu menjangkau masyarakat lebih luas dengan waktu dan biaya yang relatif efisien.

Keberhasilan inovasi akan dipantau melalui sejumlah indikator, antara lain jumlah pengikut, tayangan, jangkauan akun, tingkat interaksi, komentar dan jumlah konten yang dibagikan. Dari sisi program, evaluasi juga dilakukan terhadap jumlah masyarakat yang menerima informasi, konsultasi KB, peserta edukasi, peningkatan pengetahuan serta partisipasi dalam Program Bangga Kencana.

Inovasi LENTERA KB dirancang sebagai program jangka panjang dan berkelanjutan mulai 2026. Pengembangannya mencakup penyusunan konten, penyebarluasan informasi, edukasi masyarakat, monitoring, evaluasi serta penyempurnaan inovasi secara berkala.

Pada akhir kegiatan sosialisasi, Sekretaris Dinsosdaldukkb Purworejo menekankan kepada seluruh bidang untuk menindaklanjuti arahan dan materi yang telah disampaikan. Dengan kolaborasi internal serta dukungan penyuluh, kader, pemerintah desa dan masyarakat, LENTERA KB diharapkan menjadi jembatan informasi yang membuat edukasi keluarga berencana semakin dekat dengan masyarakat Purworejo. (Nia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *