Bertemu Wihaji, Duta Genre Jateng Kenalkan Inovasi Alat Bantu Difabel hingga Produk Ecoprint

Duta Genre Jateng bertemu Menteri Wihaji
Duta Genre Jateng bertemu Menteri Wihaji

PURWOREJO, jendela.com – Kunjungan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, ke Purworejo menjadi panggung bagi lahirnya inovasi karya anak muda Jawa Tengah. Dua Duta Generasi Berencana (GenRe) Jawa Tengah 2025, Arya Fatih dan Naura Ade Putri, memperkenalkan Prototipe Senandung Asa, sebuah alat bantu tuas anti-tremor yang dirancang untuk mendukung aktivitas harian remaja penyandang disabilitas mental.

Inovasi tersebut dipaparkan langsung kepada Menteri Wihaji usai kegiatan GenRe Goes to Pesantren di Auditorium IAI An Nawawi Purworejo, Kompleks Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Kamis (18/6).

Arya Fatih menjelaskan, prototipe tersebut merupakan bagian dari gerakan kolaboratif Senandung Asa yang telah dijalankan GenRe Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir. Program tersebut mengusung berbagai subprogram mulai dari ruang inklusif, penanganan stunting, hingga pelibatan remaja dalam penyusunan rekomendasi kebijakan bagi kepala daerah di Jawa Tengah.

“Yang kami inovasikan kepada Pak Menteri adalah Prototipe Senandung Asa. Kami melihat banyak anak disabilitas mental di Jawa Tengah yang mengalami gangguan tremor sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Karena itu kami menghadirkan alat bantu tuas anti-tremor yang dapat membantu mereka beraktivitas lebih mandiri,” ujar Arya.

Menurutnya, inovasi tersebut telah diuji kepada 30 remaja disabilitas mental di Jawa Tengah. Hasilnya cukup menggembirakan, dengan tingkat keberhasilan mencapai 92 persen dalam membantu mengurangi dampak tremor saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tak hanya memperkenalkan prototipe tersebut, Duta GenRe Jawa Tengah juga memaparkan program Rehabilitasi Remaja Harapan Bangsa Lewat Partisipasi Aksi, sebuah gerakan pendampingan kesehatan mental remaja yang telah dijalankan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Program yang dipresentasikan Naura Ade Putri itu menyasar berbagai kelompok remaja, mulai dari pelajar, anggota Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, hingga remaja di Sekolah Rakyat, rumah tahanan, dan lembaga pemasyarakatan. Salah satu hasil program tersebut berupa produk ecoprint yang dibuat oleh remaja dengan gangguan kesehatan mental sebagai sarana terapi sekaligus pemberdayaan.

Naura mengaku terkejut sekaligus bangga karena inovasi yang mereka bawa mendapat perhatian langsung dari Menteri Wihaji.

“Kami sangat senang karena program-program yang kami jalankan diapresiasi dengan sangat baik oleh Bapak Wihaji. Harapannya, inovasi ini tidak hanya berjalan di Jawa Tengah, tetapi juga bisa diterapkan secara nasional agar semakin banyak remaja yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Apresiasi dari Menteri Wihaji menjadi suntikan semangat bagi para Duta GenRe untuk terus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan remaja. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, Prototipe Senandung Asa menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar, tetapi juga dapat tumbuh dari kepedulian anak muda terhadap sesama.

Dengan pendekatan inklusif dan berbasis kebutuhan lapangan, inovasi tersebut diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas mental untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. (Nia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *