PURWOREJO, jendela.com — Tingginya perhatian terhadap kesehatan mental di kalangan anak muda serta belum optimalnya pemanfaatan hasil samping produksi UMKM lokal menjadi inspirasi lahirnya MOORA COOKIES, inovasi soft cookies yang dikembangkan oleh dua siswi SMA Negeri 1 Purworejo, Naura Hasna Annida Ramadhani dan Rahmah Tsany Cahyadewi.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, depresi masih menjadi salah
satu tantangan kesehatan pada kelompok usia muda. Data tersebut menunjukkan bahwa
individu dengan depresi memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk pernah memiliki pikiran
mengakhiri hidup dibandingkan mereka yang tidak mengalami depresi.
Di sisi lain, kulit pisang dan kulit manggis sebagai hasil samping produksi UMKM olahan buah di Kabupaten Purworejo masih memiliki potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Berangkat dari dua permasalahan tersebut, Naura dan Rahmah mengembangkan MOORA COOKIES sebagai inovasi pangan yang memadukan potensi bahan baku lokal dengan konsep keberlanjutan.
Produk ini dibuat menggunakan tepung terigu, tepung kulit pisang, ekstrak kulit.manggis, dark chocolate, dan gula aren. Tepung kulit pisang diketahui mengandung triptofan sebagai prekursor serotonin, sedangkan kulit manggis mengandung senyawa xanthones yang banyak diteliti memiliki aktivitas antioksidan dan potensi neuroprotektif.
“Kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya memanfaatkan potensi hasil samping produksi UMKM lokal, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Naura.
Rahmah menambahkan bahwa MOORA COOKIES tidak hanya menawarkan produk pangan,.tetapi juga pengalaman edukatif. Setiap kemasan dilengkapi QR Code yang dapat dipindai.untuk mengakses informasi mengenai budaya lokal Purworejo, penjelasan produk, serta berbagai kutipan motivasi.
Saat ini MOORA COOKIES masih berada pada tahap pengembangan dan direncanakan akan dipasarkan melalui media sosial, marketplace, serta penjualan langsung dengan sasaran utama pelajar dan pekerja. Melalui inovasi tersebut, keduanya berharap hasil samping produksi UMKM lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Purworejo kepada masyarakat luas. (Nia)












