MAGELANG, Jendela.com – Potensi aliran sungai di Desa Krogowanan, Kabupaten Magelang, mulai diarahkan menjadi destinasi wisata tubing melalui program KKN Kelompok 3 IAI An-Nawawi Purworejo. Pengembangan tersebut dikoordinasikan dengan Pemerintah Desa Krogowanan dan Karang Taruna pada hari Rabu, (17/8/2026) agar pengelolaan wisata dapat bertumpu pada potensi dan masyarakat setempat.
Koordinator KKN Kelompok 3 IAI An-Nawawi, Kafa, mengatakan wisata tubing memiliki peluang untuk menjadi daya tarik baru desa sekaligus mengoptimalkan potensi alam yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
“Kami melihat wisata tubing memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Harapannya, melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan Karang Taruna, potensi ini dapat dikelola dengan lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, mahasiswa bersama pemerintah desa dan pemuda memetakan jalur tubing dengan mempertimbangkan kondisi sungai dan keselamatan wisatawan. Pembahasan juga mencakup kebutuhan fasilitas, seperti titik awal dan akhir, perlengkapan tubing, area istirahat, kamar mandi, akses, serta tempat parkir.
Karang Taruna diarahkan mengambil peran dalam pengelolaan dan promosi wisata. Keterlibatan pemuda dinilai penting agar pengembangan destinasi tidak hanya bergantung pada program KKN, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat desa.
Pemerintah Desa Krogowanan menyambut pengembangan tersebut dan menilai potensi tubing dapat menjadi aset baru bagi desa.
“Potensi wisata tubing ini tentu menjadi aset bagi Desa Krogowanan. Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin dapat terus dilanjutkan sehingga wisata ini dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur perwakilan pemerintah desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN menekankan bahwa mahasiswa diharapkan menjadi pemantik bagi desa untuk melanjutkan pengembangan setelah program pengabdian berakhir.
“Program KKN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan mahasiswa saja, tetapi dapat menjadi pemantik agar masyarakat dan pemerintah desa mampu melanjutkan serta mengembangkan potensi wisata yang sudah ada,” jelasnya.
Selain tubing, pengembangan ke depan dapat diarahkan pada paket wisata yang mengintegrasikan potensi alam dan aktivitas masyarakat. Dengan keterlibatan pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat, wisata tubing Krogowanan diharapkan berkembang sebagai destinasi berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.(Nia)
