Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN UNS Kelompok 213 Ajak Warga Brunorejo Olah Komoditas Lokal Jadi Produk Modern

FOTO BERSAMA : Mahasiswa dan para warga foto bersama usai sosialisasi pembuatan olahan selai dari kelapa di Aula Masjid Darul Istiqamah, Dusun Pangempon, Sabtu (1/8).
FOTO BERSAMA : Mahasiswa dan para warga foto bersama usai sosialisasi pembuatan olahan selai dari kelapa di Aula Masjid Darul Istiqamah, Dusun Pangempon, Sabtu (1/8).

PURWOREJO, jendela.com – Potensi komoditas kelapa di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, didorong agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Melalui inovasi pengolahan menjadi produk modern, masyarakat diajak tidak hanya menjual kelapa dalam bentuk mentah, tetapi juga mengembangkannya menjadi produk olahan bernilai jual.

Upaya tersebut dilakukan Kelompok KKN 213 Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui sosialisasi bertajuk Pemanfaatan Kelapa melalui Inovasi Pembuatan Produk Selai Kelapa Brunorejo (Selaro) yang digelar di Aula Masjid Darul Istiqamah, Dusun Pangempon, Sabtu (1/8).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu diikuti sekitar 20 peserta yang merupakan ibu-ibu dari RT 1 hingga RT 5 RW 06 Dusun Pangempon. Program ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ketua Pelaksana, Mona Shafira Aulia, mengatakan kelapa merupakan komoditas yang melimpah di Desa Brunorejo. Namun selama ini hasil panen umumnya hanya dijual dalam bentuk kelapa utuh maupun batok kelapa sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat masih relatif rendah.

Melihat kondisi tersebut, tim KKN menghadirkan inovasi berupa Selaro atau Selai Kelapa Brunorejo. Produk ini diharapkan menjadi alternatif olahan yang lebih modern, memiliki daya saing, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan terkait pemanfaatan kelapa untuk meningkatkan nilai jual dan berpotensi menjadi peluang usaha. Melalui kegiatan ini, saya juga mengajak ibu-ibu sekalian untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran sehingga kita semua sama-sama memperoleh ilmu yang bermanfaat,” ujar Mona.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan masyarakat semakin terdorong memanfaatkan komoditas lokal menjadi produk olahan yang lebih inovatif dan bernilai ekonomi. Selain meningkatkan nilai jual hasil pertanian, inovasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan peluang usaha baru serta memperkuat pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di Desa Brunorejo.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai potensi pengembangan produk, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan selai kelapa. Mulai dari menyiapkan bahan, memasak, mengaduk adonan hingga proses penyajian dilakukan bersama-sama sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan produksi.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik pembuatan, komposisi bahan, hingga peluang pemasaran produk. Setelah proses memasak selesai, seluruh peserta mencicipi hasil olahan Selaro yang disajikan bersama roti tawar.

Diskusi kemudian berlanjut dengan penyampaian berbagai masukan mengenai cita rasa, tekstur, dan kemungkinan pengembangan produk agar semakin diminati konsumen. Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN juga membagikan Selaro yang telah disiapkan sebelumnya untuk dibawa pulang oleh para peserta. (Nia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *