PURWOREJO, jendela.com – Sebanyak 160 siswa kelas IX SMP Negeri 21 Purworejo di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, mendapat edukasi mengenai bahaya pernikahan dini dalam kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 213.
KKN di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo ini dilaksanakan pada 7 Juli-21 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Unlock Your Future: Menjadi Remaja Berdaya untuk Masa Depan yang Berkualitas” itu dikemas dalam bentuk talkshow edukatif dan inspiratif. Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pentingnya remaja mempersiapkan masa depan dengan baik serta menghindari pernikahan di usia dini.
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bruno, Muhammad Irfan Romadhon SSos selaku narasumber menjelaskan bahwa pernikahan dini tidak hanya berdampak pada kehidupan rumah tangga, tetapi juga dapat menghambat pendidikan.
“Meningkatkan risiko masalah kesehatan, memperberat kondisi ekonomi keluarga, hingga memicu tingginya angka perceraian,” katanya, kemarin.
Ia menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang, melainkan membutuhkan kesiapan mental, emosional, sosial, dan finansial. Karena itu, remaja diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan besar yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
“Di dalam pernikahan, kedewasaan itu mutlak diperlukan,” tegasnya.
Selain memperoleh edukasi mengenai pernikahan dini, para peserta juga mendapatkan motivasi untuk meraih cita-cita dari Muhammad Adimas Haryanto, S.Pd., Gr. Ia membagikan pengalaman dalam berproses meraih prestasi dan mengajak para pelajar untuk terus belajar, aktif berorganisasi, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan demi mewujudkan impian mereka.
Kegiatan pada Selasa (28/7), di aula sekolah setempat teraebit berlangsung interaktif. Para siswa antusias mengajukan pertanyaan, baik mengenai dampak pernikahan dini maupun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan masa depan melalui pendidikan dan pengembangan diri.
Usai talkshow, mahasiswa KKN bersama para siswa meresmikan Tembok Impian Brunorejo, sebuah mural partisipatif yang dihiasi cap tangan berwarna sebagai simbol keberagaman karakter dan cita-cita para pelajar. Mural tersebut juga memuat pitutur Jawa “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” sebagai pengingat pentingnya menjadi pribadi yang berkarakter dan terus bersemangat meraih masa depan.
Ketua pelaksana kegiatan, Revalita Meina Ashrie dari Program Studi Ilmu Komunikasi UNS, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi mampu memberikan bekal bagi para siswa dalam merencanakan masa depan dan menjauhi risiko pernikahan dini.
Melalui kegiatan ini, harapannya para siswa semakin memahami risiko pernikahan dini, termotivasi untuk melanjutkan pendidikan, serta berani merancang masa depan demi mewujudkan cita-cita mereka.
“Kami berharap semoga dengan acara ini kami dapat berkontribusi dalam memberikan platform yang inspiratif dan edukatif bagi adik-adik kelas IX SMPN 21 Purworejo,” ujarnya. (Nia)












